Kondisi ekonomi dan dukungan keluarga sebagai faktor risiko putus sekolah

Kondisi ekonomi dan dukungan keluarga sebagai faktor risiko putus sekolah

Penulis

  • lia lia Universitas Dharmas Indonesia
  • Martin universitas dharmas indonesia
  • Sukriadi universitas dharmas indonesia

Kata Kunci:

Kondisi ekonomi keluarga, dukungan keluarga, risiko putus sekolah, sekolah dasar, penelitian kualitatif

Abstrak

Abstrak: Putus sekolah pada jenjang sekolah dasar bukan peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan proses bertahap yang dapat ditandai oleh absensi berulang, penurunan motivasi belajar, tugas yang tidak terselesaikan, dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana kondisi ekonomi dan dukungan keluarga membentuk risiko putus sekolah siswa sekolah dasar serta mengidentifikasi upaya pencegahan yang dapat dilakukan keluarga dan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui pengodean, pengelompokan kategori, penyajian tema, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keluarga yang tidak stabil membatasi pemenuhan seragam, alat tulis, transportasi, dan kebutuhan belajar serta mengurangi waktu belajar ketika anak membantu pekerjaan keluarga. Dukungan keluarga berfungsi sebagai faktor protektif melalui motivasi emosional, pemantauan kehadiran, pembiasaan belajar, penghargaan terhadap usaha, dan komunikasi dengan guru. Pencegahan perlu memadukan bantuan pendidikan tepat sasaran, pemantauan kehadiran, komunikasi orang tua-guru, dan edukasi keluarga.

Kata Kunci: kondisi ekonomi keluarga; dukungan keluarga; risiko putus sekolah; sekolah dasar; penelitian kualitatif

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Amalia, F., Suriansyah, A., & Rafianti, W. R. (2024). Peran orang tua dalam pendidikan anak: Membangun kolaborasi efektif dengan sekolah. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(4), 2217-2227. https://doi.org/10.60126/maras.v2i4.593

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Pendidikan 2024. Badan Pusat Statistik.

Chen, X., Chen, Y., Yu, X., Wei, J., & Yang, X. (2024). The impact of family socioeconomic status on parental involvement and student engagement during COVID-19 in promoting academic achievement: A longitudinal study in Chinese children. Journal of Experimental Child Psychology, 246, 105992. https://doi.org/10.1016/j.jecp.2024.105992

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Hapsari, A. F., Winarni, S., & Sumantri, M. S. (2025). Hubungan dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa kelas V sekolah dasar negeri di Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 409-417. https://doi.org/10.23969/jp.v10i3.29716

Igirisa, F., Ardiansyah, A., Olilingo, F. Z., Canon, S., & Bahsoan, A. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi anak putus sekolah di Kelurahan Tomulabutao Selatan Kota Gorontalo. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(7), 4581-4587. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i7.1812

Karno, R., Satriawati, W., Fatimah, W., & Sabillah, B. M. (2023). Pola komunikasi antara orang tua dengan guru terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Inpres Manggala Kota Makassar. Jurnal Binagogik, 10(2), 1-7. https://doi.org/10.61290/pgsd.v10i2.360

Mao, W. (2022). Family socioeconomic status and young children’s learning behaviors: The mediational role of parental expectation, home environment, and parental involvement. International Journal of Chinese Education, 11(3). https://doi.org/10.1177/2212585X221124155

Nurhazizah, N., Bahari, Y., & Rustiyarso, R. (2022). Analisis faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Bukit Segoler Kecamatan Tebas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 11(12), 3435-3440. https://doi.org/10.26418/jppk.v11i12.60763

Paul, R., Rashmi, R., & Srivastava, S. (2021). Does lack of parental involvement affect school dropout among Indian adolescents? Evidence from a panel study. PLOS ONE, 16(5), e0251520. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0251520

Ramadhan, M. M., Prawiyogi, A. G., & Dewi, S. M. (2024). Analisis anak pendidikan dasar putus sekolah di Desa Bengle Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 508-518. https://doi.org/10.23969/jp.v9i04.17879

Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). SAGE Publications.

Salsabila, Z., & Pratikno, A. S. (2024). Peran orang tua terhadap minat belajar siswa SDN Kamal 2 Bangkalan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 224-230. https://doi.org/10.23969/jp.v9i04.19435

Sulistyo, D. A., & Rachmadyanti, P. (2025). Literature review: Pola komunikasi guru dengan orang tua di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.39113

UNICEF. (2025). Key results for children in Indonesia 2021-2025. UNICEF Indonesia.

Zilvana, Z., & Nurwati, N. (2021). Pengaruh keluarga pada anak putus sekolah jenjang sekolah menengah. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(2), 173-179. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.33764

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31

Terbitan

Bagian

Articles