Membangun Pondasi Bangsa Di Ruang Kelas Tetapi Juga Menyentuh Emosi Anak

Penulis

  • Reza Amalia Universitas Dharmas Indonesia
  • Mirna Mirna universitas Dharmas Indonesia

Abstrak

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi sarana utama pembentukan karakter bangsa. Namun, praktik pendidikan di sekolah sering kali masih berorientasi pada pencapaian akademik dan kurang memperhatikan aspek emosional peserta didik. Padahal, perkembangan emosi yang sehat merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan belajar, perkembangan sosial, serta pembentukan karakter anak. 

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga mampu menyentuh emosi anak melalui pembelajaran yang humanis dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan mengenai pendidikan karakter, kecerdasan emosional, dan pembelajaran humanistik. 

Hasil kajian menunjukkan bahwa ruang kelas yang mampu memenuhi kebutuhan emosional peserta didik dapat meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, kemampuan sosial, serta pembentukan karakter positif. Guru memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh empati melalui komunikasi yang positif, penghargaan terhadap perbedaan, dan pemberian dukungan emosional kepada siswa. Pendidikan yang menyentuh emosi anak akan membantu membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Dengan demikian, pembangunan bangsa yang berkelanjutan perlu dimulai dari ruang kelas yang mampu mendidik pikiran sekaligus menyentuh hati peserta didik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Aunurrahman. (2019). belajar dan pembelajaran. Bandung.

Basicedu, J. (2022). pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu. https://jbasic.org/index.php/basicedu

Desmita. (2017). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Remaja Rosdakarya.

Djamarah, S. B. (2018). Psikologi Belajar. Rineka Cipta.

Edukasi, J. (2023). kecerdasan emosional, karakter dan lingkungan belajar yang positif.

Goleman, D. (2015). Emotional Intelligence: Kecerdasan Emosional. Gramedia Pustaka Utama.

Hurlock, E. B. (2017). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.

Jurnal, S. I. (n.d.). pengembangan karakter, motivasi belajar dan pembelajaran SD. 2022.

Kemendikbud. (2022). Kurikulum Merdeka: Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Lickona, T. (2016). Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter. Bumi Aksara.

Marzuki. (2017). Pengembangan karakter siswa melalui pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(2), 123–135.

Mulyasa, E. (2022). Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar. Remaja Rosdakarya.

Obsesi, J. (2017). Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. https://obsesi.or.id/index.php/obsesi

Purwanto, N. (2017). Psikologi Pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Rogers, C. R. (2015). Freedom to Learn. Merrill Publishing Company.

Diterbitkan

2025-01-31

Terbitan

Bagian

Articles