Analisis Hubungan antara Jenis Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi Baduta Usia 6-24 Bulan

Authors

  • Sri Andar Puji Astuti DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dharmas Indonesia
  • Embun Nadya DIII Kebidanan, Akademi Kebidanan Budi Mulia Jambi

DOI:

https://doi.org/10.56667/jikdi.v3i2.1236

Keywords:

baduta, MP ASI, status gizi

Abstract

Wasting merupakan kondisi gizi kurang yang bersifat akut sebagai akibat kekurangan asupan makanan dan terjadi dalam waktu tidak lama. Beberapa dampak gizi kurus antara lain, penurunan kecerdasan, merasa lesu, mudah marah dan rentan terhadap penyakit infeksi. Keadaan yang mempengaruhi awal tumbuh kembang salah satunya adalah pemberian jenis makanan MP ASI pada anak . Jenis MP ASI yang dapat berpengaruh pada status gizi anak akan tepat bila memperhatikan sumber bahan, cara pengolahan maupun jumlah kalori yang sesuai dengan usia anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis makanan pendamping asi dengan status gizi baduta usia 6-24 bulan di Desa Lagan Jaya 2. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif. Rancangan pada penelitian ini yaitu korelasional analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik sampel penelitian ini adalah total sampling sebanyak 60 Baduta. Data dianalisis dengan menggunakan statistik chi square, untuk menentukan hubungan kedua variabel. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi kategori baik sebanyak 48 anak (80 %). Sebagian besar orang tua responden memberikan anak mereka dengan MP-ASI jenis lokal yaitu buatan sendiri sebanyak 34 anak (56,7 %). Hasil uji statistik dengan rank spearman didapatkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,013 dengan α=0,05. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan yang bermakna antara jenis makanan pendamping asi dengan status gizi baduta usia 6-24 bulan. Ibu dengan anak usia 6-24 bulan hendaknya berusaha untuk dapat memberikan jenis MP ASI berbahan lokal yang baik dan benar demi pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.

Abstract viewed = 188 times

References

Abdullah, M., & Salfitri, E. (2018). Determinan status gizi balita di Desa Alue Naga Banda Aceh. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 4(2), 430.

Anggraeni, E. M., Herawati, D. M. D., Rusmil, V. K., & Hafsah, T. (2020). Perbedaan status gizi bayi usia 6-9 bulan yang diberi MPASI buatan pabrik dan rumah. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 16(3), 106.

Basir, A. A., Misnarliah, & Ladji, H. (2022). Hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada anak Asia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jongaya Kota Makassar. Metta Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu, 1(2), 135–142

Fadilah, S. (2017). Analisis makanan pendamping ASI (Mp Asi) pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Tahun 2017. Digilib.Unhas.Ac.Id.

Fitriani, Y., Firdawati, F., & Lubis, G. (2020). Hubungan pemberian jenis makanan pendamping ASI dengan perkembangan bayi umur 9-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4), 238–246.

Hafsah, T., Widyastari, N., Tarigan, R., & Rusmil, V. K. (2020). Perbedaan antara pemberian MP ASI komersil dan buatan rumah tangga dengan kejadian perawakan pendek pada anak usia 11-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor. Sari Pediatri, 21(5), 295.

https://repository.pertanian.go.id/items/ee74df1c-e296-46a2-b8cf-f8f7ea865db9 diakses pada tanggal 14 April 2023;

Nurmaliza, & Herlina, S. (2019). hubungan pengetahuan dan pendidikan ibu terhadap status gizi balita. Jurnal Kesmas Asclepius, 1(2), 55.

Oktavia, S., Widajanti, L., & Aruben, R. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi buruk pada balita di kota semarang tahun 2017 (Studi di Rumah Pemulihan Gizi Banyumanik Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(3), 186–192

Paramashanti, B.A. (2019). Gizi Bagi Ibu & Anak. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Kemenkes RI. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKEDAS). Jakarta: Kementerian Kesehatan

Kemenkes RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Carbohydrate Polymers, 6(1), 5–10.

Kusumaningtyas, D. E., & Deliana, S. M. (2017). Pola pemberian makanan terhadap status gizi usia 12-24 bulan pada ibu bekerja abstrak. 2(89), 155–167.

Septikasari, M. (2018). Status gizi anak dan faktor yang mempengaruhi. Yogyakarta: UNY Press

Triana, A., & Maita, L. (2019). Pengaruh pemberian MP ASI pabrikan dan MP ASI lokal terhadap status gizi bayi. Jurnal Media Kesehatan, 12(1), 40–44.

Wilujeng, C., Sariati, Y., & Pratiwi, R. (2017). Faktor yang mempengaruhi pemberian makanan pendamping asi terhadap berat badan anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Cluwak Kabupaten Pati. Majalah Kesehatan FKUB, 4(2), 88–95.

Published

2023-12-31

How to Cite

Astuti, S. A. P., & Nadya, E. (2023). Analisis Hubungan antara Jenis Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi Baduta Usia 6-24 Bulan. Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia, 3(2), 51–56. https://doi.org/10.56667/jikdi.v3i2.1236