VALIDITAS BAHAN AJAR MATTERPLAY UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.56667/de_journal.v7i1.2154Kata Kunci:
MatterPlay, Validitas, Bahan Ajar, Miskonsepsi, IPASAbstrak
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran bermakna melalui keterlibatan aktif peserta didik untuk membangun pemahaman konsep secara ilmiah, namun dalam praktiknya siswa sekolah dasar masih mengalami miskonsepsi, khususnya pada materi wujud zat dan perubahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas bahan ajar interaktif MatterPlay yang dikembangkan untuk mereduksi miskonsepsi pada pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan 4D Thiagarajan yang meliputi tahap define, design, development, dan disseminate, namun pada penelitian ini hanya dilaksanakan sampai tahap development. Validasi bahan ajar dilakukan oleh dua validator, yaitu ahli media dan ahli materi, menggunakan instrumen penilaian skala likert empat tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar MatterPlay memperoleh persentase 94% dari ahli media dan 100% dari ahli materi dengan kategori sangat valid. Dengan demikian, bahan ajar MatterPlay dinyatakan valid dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Unduhan
Referensi
Aditia, R. R., Ramazaan, F. T., Savilasari, J., Kurniawati, W., & Husna, A. Al. (2024). Pengembangan Media Monopoli Sebagai Sarana Belajar Bermain Siswa Sekolah Dasar Dalam Materi Perkembangan Hewan dan Tumbuhan. IMEIJ : Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(5), 5588–5595. https://doi.org/http://doi.org/10.54373/imeij.v5i5.1714
Alfiyanti, D. G., & Erita, Y. (2022). Validitas Bahan Ajar Dengan Model Problem Based Learninag Materi IPS Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandir, 8(2), 2353–2371. https://doi.org/https://doi.org/10.36989/didaktik.v8i2.558
Atmojo, S. E., & Kurniawati, W. (2018). Pengembangan Buku Ajar Tematik Bervisi SETS Untuk Menanamkan Konsep Sustainable and Renewable Energy Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Refleksi Edukatika, 8(2), 155–162. https://doi.org/https://doi.org/10.24176/re.v8i2.2354
Atmojo, S. E., Kurniawati, W., & Muhtarom, T. (2019). Science Learning Integrated Ethnoscience to Increase Scientific Literacy and Scientific Character Science Learning Integrated Ethnoscience Scientific Literacy and Scientific Character. Journal of Physics: Conference Series, 1254. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1254/1/012033
Gultom, L. N., & Alwi, N. A. (2024). Implemensi Literasi Sains Dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Sadewa : Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran Dan Ilmu Sosial, 2(3), 170–179. https://doi.org/https://doi.org/10.61132/sadewa.v2i3.946
Hikon, I. A., Dhey, A. M., & Bay, Y. C. . (2025). Peningkatan Pemahaman Siswa SD Melalui Pembelajaran IPA Berbasis Eksplorasi. JURNAL INDOPEDIA (Inovasi Pembelajaran Dan Pendidikan), 3(2), 369–379.
Jamal, M., & Dwidarti, F. (2025). Tingkat Validitas Media Komik POP-UP BOOK Pada Materi Matematika Sekolahg Dasar. Al-Irsyad Journal of Mathematics Education, 4(2), 268–282.
Kurniawati, W., Umardianti, U., Novitasari, R. K., & Husna, A. Al. (2024). Differentiated Science Student Worksheets : What is the Level of Collaboration Skills of Students of the Elementary School Teacher Education Study Program? Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran, 10(2), 627–639. https://doi.org/https://doi.org/10.33394/jk.v10i2.11279
Nasikhah, A. N., Raharjo, T. J., & Kustiono, K. (2022). Digital Based Science Learning Through a Scientific Approach in Elementary School. Journal of Primary Education, 11(1), 91–104. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jpe.v11i1.54443
Prastyani, O. D., & Kurniawati, W. (2025). Tes Diagnostik Two Tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada pelajaran IPAS Materi Tumbuhan di SDN Sonosewu. Borobudur Educational Review, 05(01), 36–46.
Putri, A. D., & Kurniawati, W. (2025). Analisis Miskonsepsi Melalui Tes Diagnostik Two-Tier Pada Materi Tumbuhan Kelas IV SD. Borobudur Educational Review, 05(01), 47–56.
Ragil, I., Atmojo, W., Saputri, D. Y., & Fadhilah, A. N. (2024). Misconceptions about Science Learning Materials of Class V in Elementary Schools using A Diagnostic Instrument of Four-Tier Multiple Choice. JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN, 57(3), 619–630. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jpp.v57i3.73841
Rahmawati, P., & Kurniawati, W. (2024). Miskonsepsi Pembelajaran IPAS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. E D U K A S I : Jurnal Penelitian & Artikel Pendidikan, 16(02), 383–394.
Rohmah, M., Priyono, S., & Sari, R. S. (2023). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Miskonsepsi Peserta Didik SMA. UTILITY: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Ekonomi, 7(2), 39–47. https://doi.org/https://doi.org/10.30599/utility.v7i01.2165
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Thiagarajan, S., Semmel, D. S., & Semmel, M. I. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children. Indiana University.
Wahyu Kurniawati, Prasetyo, Z. K., & Dwi Siswoyo. (2023). Model Pembelajaran Sains Berbasis (MPSB) DUO CCM Untuk Mereduksi Miskonsepsi (Arip Febrianto (ed.)). UPY Press.
Wijaya, I. K. W. B., Candiasa, I. M., Jampel, I. N., & Suma, K. (2025). Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar Berbasis Hakekat Sains untuk Peningkatan Literasi Sains Siswa. Jurnal Pendidikan MIPA, 15(2), 783–787. https://doi.org/https://doi.org/10.37630/jpm.v15i2.2909
Zulfa, F. N., Ngazizah, N., & Pangestika, R. R. (2025). Analisis Miskonsepsi IPA Materi Fotosintesis Ditinjau dari Perspektif Siswa. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Volume, 8(1), 211–226. https://doi.org/https://doi.org/10.37329/cetta.v8i1.3868
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dharmas Education Journal (DE_Journal)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Makalah yang disampaikan diasumsikan tidak mengandung bahan propietary yang tidak dilindungi oleh hak paten










